Ongkos kirim terlihat sepele, tapi salah hitung sedikit saja bisa membuat untungmu habis tanpa terasa. Apalagi kalau kamu menanggung sebagian ongkir untuk menarik pembeli.
Berikut cara menghitung ongkir dengan benar supaya tokomu tidak rugi.
1. Pahami Berat Aktual vs Berat Volume
Kurir menagih berdasarkan yang lebih besar antara berat asli dan berat volume. Berat volume dihitung dari dimensi paket, biasanya panjang kali lebar kali tinggi dibagi 6000. Produk ringan tapi besar seperti bantal sering kena tarif berat volume yang jauh lebih mahal.
2. Timbang dan Ukur Setelah Dikemas
Hitung berat dan dimensi setelah produk dibungkus, bukan sebelumnya. Kemasan, bubble wrap, dan kardus menambah berat dan ukuran. Banyak penjual rugi karena memakai estimasi berat barang telanjang.
3. Tentukan Siapa yang Menanggung Ongkir
Ada tiga pilihan umum:
- Pembeli bayar penuh ongkir, paling aman untuk margin
- Gratis ongkir dengan ongkir sudah dimasukkan ke harga produk
- Subsidi sebagian, misalnya potongan ongkir untuk pembelian di atas nominal tertentu
Kalau memilih gratis ongkir, pastikan harga produk sudah menutup biaya kirim rata-rata, bukan ongkir terendah.
💡 Lapaku bisa bantu ini
Lapaku menghitung ongkir otomatis dari banyak kurir saat pembeli checkout, jadi tarif yang muncul selalu akurat dan kamu tidak perlu cek manual satu per satu.
Coba Gratis →4. Perhatikan Zona dan Jarak Pengiriman
Tarif ke luar pulau bisa berkali lipat dibanding dalam kota. Kalau kamu menerapkan satu tarif ongkir flat, hitung berdasarkan rata-rata tujuan tersering, dan pertimbangkan tarif berbeda untuk luar pulau supaya tidak tekor.
5. Pakai Gratis Ongkir Secara Strategis
Gratis ongkir ampuh menaikkan konversi, tapi terapkan dengan syarat minimum belanja. Misalnya gratis ongkir untuk pembelian di atas Rp 100.000. Ini mendorong pembeli menambah barang sekaligus menjaga marginmu.
Penutup
Ongkir yang dihitung dengan benar melindungi untungmu. Pahami berat volume, timbang setelah dikemas, tentukan siapa yang menanggung, dan pakai gratis ongkir dengan syarat. Dengan begitu pengiriman jadi nilai tambah, bukan sumber kerugian.
Tim konten Lapaku menulis tips praktis untuk membantu merchant MSME Indonesia berjualan lebih efisien.